ZA bersama BPOM Sosialisasi Obat dan Makanan di Kecamatan Tanah Tumbuh

Minggu, 24 April 2022 | 06:28:12 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI tampak mensosialisasikan program BPOM di Kecamatan Tanah Tumbuh, Sabtu(23-04-2022).
Anggota Komisi IX DPR RI tampak mensosialisasikan program BPOM di Kecamatan Tanah Tumbuh, Sabtu(23-04-2022).

BUNGO-INDEPENDENT.COM, MUARABUNGO - Usai di Kecamatan Bathin II Pelayang, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) kembali mensosialisasikan obat dan makanan di Kecamatan Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo, Sabtu(23-04-2022). Sosialisasi bersama Anggota Komisi IX DPR RI H Zulfikar Achmad (ZA) tersebut digelar di Dusun Pedukun.

Sebanyak 250 warga asal Dusun Pedukun, Tanjung dan Lubuk Niur hadir dalam acara sosialisasi tersebut. Selain ZA, tampak hadir pejabat BPOM Provinsi Jambi yang diwakili Sub Koordinator Infokom Marhamah, SE, Camat Tanah Tumbuh, Murdani, Rio Pedukun H Said Ali dan tokoh masyarakat setempat.

Sementara ZA didampingi Koordinator Tim Kegiatan, Doktor Candidat (DC) Darham Wahid, S. Pd, M. Pd dan anggota Tim Kegiatan lainnya.

ZA ketika sosialisasi di hadapan warga Tanah Tumbuh menyampaikan arti pentingnya mengetahui obat dan makanan yang layak dan tidak layak dikonsumsi. Dia mengungkapkan bahwa produk obat dan makanan yang beredar harus mendapatkan izin dari BPOM.

Itulah alasannya dirinya membawa program BPOM tersebut ke Kecamatan Tanah Tumbuh. Tujuannya agar warga setempat memahami ciri-ciri obat dan makanan yang layak konsumsi. Mengetahui resiko obat-obatan dan makanan yang tidak layak dikonsumsi.

Selain menyampaikan resiko mengkonsumsi obat-obatan dan makanan tanpa izin BPOM, ZA dalam kesempatan itu juga membawa dan menunjukkan banyak contoh obat-obatan, jamu dan produk kosmetik yang tanpa izin dan sangat berbahaya yang berhasil ditemukan.

"Ngan sengajo bawak sosialisasi Iko ke siko, supayo orang siko tau resikonya," kata anggota DPR RI dua periode tersebut dengan logat daerah.

"Jangan sampai ngejar hargo murah, tapi mudorat lebih banyak," sambung ZA lagi.

Sementara dari pihak BPOM, Marhamah, juga memberikan contoh dan ciri-ciri obat-obatan yang boleh dikonsumsi dan tidak boleh dikonsumsi.

Diantaranya katanya semua produk obat, makanan, jamu dan kosmetik harus mendapatkan izin dari BPOM. Jika tidak katanya bahaya dikonsumsi.

"Karena semua produk harus mendapatkan izin dari BPOM," ujar Marhamah dalam sosialisasi dengan tajuk "Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi Tentang Obat dan Makanan Bersama Anggota Komisi IX DPR RI Drs. H. Zulfikar Achmad tersebut.

Marhamah juga mengatakan tujuan sosialisasi adalah supaya masyarakat memahami obat yang boleh dikonsumsi dan tidak. Sehingga masyarakat bisa mengenali sendiri ciri-ciri dan resiko mengkonsumsi obat dan makanan tanpa izin.(slt/adv/a)

 

 

 

 

 






BERITA BERIKUTNYA

loading...