ZA Bersama BPOM Sosialisasi Obat dan Makanan di Kecamatan Sumay

Senin, 25 April 2022 | 16:50:47 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI H Zulfikar Achmad (ZA) mensosialisasikan produk obat dan makanan bersama Sub Koordinator Infokom BPOM Jambi, Marhamah, SE di Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Minggu(24-05-2022).
Anggota Komisi IX DPR RI H Zulfikar Achmad (ZA) mensosialisasikan produk obat dan makanan bersama Sub Koordinator Infokom BPOM Jambi, Marhamah, SE di Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Minggu(24-05-2022).

BUNGO-INDEPENDENT. COM, MUARABUNGO - Setelah di Kabupaten Bungo, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mensosialisasikan obat dan makanan di Kabupaten Tebo. Tepatnya, sosialisasi dengan pemateri Anggota Komisi IX DPR RI H Zulfikar Achmad (ZA) tersebut digelar di Desa Jati Belarik, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Minggu (24-04-2022).

Sosialisasi yang dihadiri 250 warga Tebing Tinggi, Desa Semabu dan warga Desa Jati Belarik tersebut digelar di Gedung Madrasah, Desa Jati Belarik, Kecamatan Sumay Kabupaten Tebo. 

Tampak hadir selain ZA, Sub Koordinator Infokom BPOM Jambi Marhamah, SE, Camat Sumay Suharto, Kades Jati Belarik Azwar, SP., Selain itu hadir pula Wakil ketua DPRD Kabupaten Tebo Syamsu Rizal. Anggota DPRD Provovinsi Jambi Harmain, SE, Lurah Tebing Tinggi Nasrun, SE, Kades Semabu, Ketua dan anggota BPD, Babinsa & Babinkamtibmas serta para tokoh masyarakat.

ZA sendiri hadir didampingi Koordinator Tim Kegiatan Doktor Candidat (DC) Darham Wahid, M. Pd dan anggota Tim Kegiatan lainnya.

ZA saat sosialisasi di hadapan warga menyampaikan panjang lebar terkait arti pentingnya mengetahui obat dan makanan yang layak dan tidak layak dikonsumsi.

Dia sengaja membawa program BPOM tersebut ke Kabupaten Tebo. Tujuannya supaya warga betul-betul memahami ciri-ciri obat, kosmetik dan makanan yang layak konsumsi.

Selain menyampaikan resiko mengkonsumsi obat-obatan dan makanan tanpa izin BPOM, ZA dalam kesempatan itu juga menunjukkan berbagai macam contoh obat-obatan, jamu dan kosmetik yang beredar tanpa izin dan sangat berbahaya.

"Jadi masalah obat ko penting nian. Jangan sampai Kito salah beli bahaya," ujar mantan Bupati Bungo dua periode tersebut.

Sementara dari pihak BPOM, Marhamah, juga menunjukkan contoh dan ciri-ciri obat-obatan yang boleh dikonsumsi dan yang tidak boleh dikonsumsi.

Diantaranya katanya semua produk obat, makanan, jamu dan kosmetik harus mendapatkan izin dari BPOM. Jika tidak katanya jangan sampai dikonsumsi.

"Sebab semua produk harus mendapatkan izin dari BPOM," kata Marhamah dalam sosialisasi dengan tajuk "Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi Tentang Obat dan Makanan Bersama Anggota Komisi IX DPR RI Drs. H. Zulfikar Achmad tersebut.

Marhamah juga mengatakan tujuan sosialisasi adalah supaya masyarakat memahami obat yang boleh dikonsumsi dan tidak boleh. Sehingga masyarakat tidak mudah tertipu dengan merek obat, jamu kesehatan yang harganya murah. Meski saat itu tidak terasa, namun beberapa tahun setelahnya akan berdampak secara serius dengan kesehatan.(slt/adv/a)

 

 






BERITA BERIKUTNYA

loading...