Saniatul Lativa Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan di Kecamatan Tabir Selatan

Selasa, 26 April 2022 | 11:36:52 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Saniatul Lativa bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muarabungo Sulistijo Nisita Wirjawan sosialisasi di Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Rabu(20-04-2022).
Anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Saniatul Lativa bersama Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muarabungo Sulistijo Nisita Wirjawan sosialisasi di Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Rabu(20-04-2022).

BUNGO-INDEPENDENT.COM, MUARABUNGO - Anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Saniatul Lativa, SE., M.M, Minggu (24-04-2022) mengunjungi warga Desa Bungo Antoi, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin. Kunjungan Saniatul Lativa ini dalam rangka mensosialisasikan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Kecamatan Tabir Selatan.

Tampak Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muarabungo, Sulistijo Nisita Wirjawan hadir dalam acara itu.  Saniatul menyampaikan kepada 200 warga yang hadir terkait arti pentingnya warga menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya, walaupun bukan penerima upah, atau hanya sebagai petani dan pedagang, tapi juga bisa menjadi peserta. Jika menjadi peserta otomatis mendapat jaminan resiko dalam bekerja. Seperti kecelakaan dan kematian.

Kewjiban, atau  iurannya sangat murah, yaitu hanya Rp 16.800 per bulan. Dengan uang yang hanya Rp 16.800 per bulan, akan mendapatkan jaminan jika terjadi kecelakaan dan meninggal dunia. Untuk itu kata Saniatul semua warga harus masuk BPJS Ketenagakerjaan. Supaya kalau meninggal atau terjadi kecelakaan mendapat jaminan dari pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muarabungo, Sulistijo Nisita Wirjawan, saat sosialisasi menyampaikan program BPJS Ketenagakerjaan kehadapan warga. Dia juga menjelaskan perbedaan BPJS Ketenagakerjaan dengan BPJS Kesehatan. Selain itu dia juga menyampaikan bahwa Iurannya sangat murah hanya Rp 16.800. "Iuran per bulan itu lebih murah dari sebungkus rokok," kata Sulistijo.

Maka di hadapan warga Sulistijo juga menyampaikan arti penting perlindungan resiko kerja dari program BPJS Ketenagakerjaan.

Ada dua program BPJS Ketenagakerjaan yang terlihat jadi prioritas dalam sosialisasi bagi warga yang mayoritas petani itu. Yaitu pekerja bukan penerima upah (BPU). Seperti jaminan Kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Karena, meski sebagai petani, warga juga bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Petani menurutnya bisa masuk ke kategori Pekerja Bukan Penerima Upah. Yaitu kategori pekerja melakukan kegiatan usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan.

Iurannya sangat kecil yaitu Rp 16.800. Untuk pekerja mandiri ini bakal mendapat dua jaminan resiko kerja, yaitu kecelakaan kerja dan kematian.

Jika terjadi kecelakaan, maka pekerja akan mendapat tanggungan biaya pengangkutan dari lokasi kecelakaan ke rumah sakit, biaya pengobatan dan perawatan hingga sembuh. Jika tidak mampu bekerja maka akan mendapatkan santunan pengganti upah yang dilaporkan. Tahun pertama 100 persen dan tahun ke dua serta seterusnya 50 persen. Jika cacat, maka ada pula santunan cacat akibat dari kecelakaan tersebut.

Bahkan katanya, Jika meninggal dunia juga ada santunan kematian. Baik meninggal dunia biasa, atau meninggal akibat kecelakaan kerja.

Meninggal dunia biasa misalnya, akan mendapatkan bantuan pemakaman, santunan kematian, santunan berkala. Bahkan bagi peserta yang sudah membayar iuran minimal 3 tahun, bakal mendapat beasiswa untuk dua orang anak hingga perguruan tinggi.

Sementara bagi peserta yang cacat total tetap dan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, beasiswa juga diberikan kepada dua anak mulai dari Taman Kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

"Jadi BPJS Ketenagakerjaan adalah bentuk kehadiran pemerintah disaat peserta mengalami resiko kerja. Tujuannya agar keluarga tersebut tidak kesusahan atau jatuh miskin setelah cacat total tetap atau meninggal dunia akibat resiko kerja," sambung Sulistijo.

Pembayaran iuran katanya sangat mudah. Bisa dilakukan di kantor pos, di pusat-pusat pembayaran online baik di bank-bank maupun di mini market atau link-link lain yang terkoneksi ke bank-bank yang ada.

Tampak saat sosialisasi para peserta sangat antusias. Saniatul, Sulistijo terlihat berdialog secara langsung dengan warga yang meminta penjelasan lanjutan terkait program BPJS Ketenagakerjaan. Sekaligus saat itu menyerahkan kartu peserta perdana kepada perwakilan peserta.(slt)






BERITA BERIKUTNYA

loading...