BPOM Sosialisasi Tentang Obat dan Makanan Bersama Anggota Komisi IX DPR RI H. Zulfikar Achmad di Kec

Sabtu, 25 Juni 2022 | 21:12:48 WIB

ZA bersama Pejabat BPOM Sosialisasi Obat dan Makanan di Dusun Lubuk Beringin, Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo Sabtu (25/06).
ZA bersama Pejabat BPOM Sosialisasi Obat dan Makanan di Dusun Lubuk Beringin, Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo Sabtu (25/06).

BUNGO-INDEPENDENT.COM, MUARABUNGO - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jambi kembali mensosialisasikan Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan bersama anggota Komisi IX DPR RI Drs. H. Zulfikar Achmad. Acara berlangsung di Dusun Lubuk Beringin, Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo, Sabtu (25/06). Kegiatan KIE tersebut dihadiri oleh ratusan masyarakat yang sangat antusias mengikuti jalannya sosialisasi tersebut.

Dalam kesempatan itu, Anggota DPR RI H Zulfikar Achmad yang juga merupakan mantan Bupati Bungo dua periode memberikan sosialisasi kepada warga Dusun Lubuk Beringin mengenai tips memilih obat dan makanan yang aman. Seperti mengecek kemasan, label, izin edar serta tanggal kadaluarsa penggunaan obat dan makanan tersebut.

"Semoga dengan adonyo sosialisasi obat dan makanan Iko, kamu-kamu ko bisa tahu Mano obat dan makanan yang aman dan yang dakdo layak untuk di konsumsi,” jelas ZA.

Lebih lanjut, ZA menuturkan bahwa sosialisasi pemberdayaan masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang produk Obat dan Makanan yang aman, layak dikonsumsi dan digunakan masyarakat tentunya sudah terdaftar di Badan POM.

Kepala BPOM Provinsi Jambi yang diwakili Sub Koordinator Infokom Marhamah, SE, menjelaskan paparan tentang bagaimana cara memilih obat dan makanan yang aman dan layak dikonsumsi, contoh – contoh produk Obat Tradisional yang tidak boleh dikonsumsi karena mengandung Bahan Kimia.

“Masyarakat sebaiknya membeli obat yang terdaftar di Badan POM karena dapat dipertanggung jawabkan atas kemananan produk-produk tersebut, pemerintah tidak dapat bertanggung jawab atas produk-produk ilegal yang beredar di pasar,” ujar Marhamah.

Jadi, lanjut Marhamah kalau warga sakit harus berobat ke dokter atau puskesmas terdekat, atau membeli obat ke apotik."Ataupun kalau kita mau membeli obat hanya di warung-warung biasa, kita harus cek obat tersebut terdaftar tidak di Badan POM, ada tidak tidak izin edarnya. Dan itu ada tandanya seperti bodrek, paramek, dan komik itu tandanya warna hijau dan biru, kalau warnanya merah itu harus di konsumsi sesuai petunjuk dokternya," tutupnya.(msn/adv)






BERITA BERIKUTNYA

loading...