ZA Bersama BPOM Sosialisasi Obat dan Makanan di Kecamatan Rantau Pandan

Jumat, 15 Juli 2022 | 20:52:59 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI H Zulfikar Achmad (ZA) didampingi Sub Koordinator Infokom BPOM Provinsi Jambi, Marhamah, SE, Camat Rantau Pandan, Kapolsek Rantau Pandan dan Rio Rantau Duku saat mensosialisasikan produk obat dan makanan bersama BPOM di Kecamatan Rantau Pandan, Jumat (15-06- 2022).
Anggota Komisi IX DPR RI H Zulfikar Achmad (ZA) didampingi Sub Koordinator Infokom BPOM Provinsi Jambi, Marhamah, SE, Camat Rantau Pandan, Kapolsek Rantau Pandan dan Rio Rantau Duku saat mensosialisasikan produk obat dan makanan bersama BPOM di Kecamatan Rantau Pandan, Jumat (15-06- 2022).

BUNGO-INDEPENDENT. COM, MUARABUNGO - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) kembali mensosialisasikan obat dan makanan di Kabupaten Bungo. Sosialisasi dengan pemateri Anggota Komisi IX DPR RI H Zulfikar Achmad (ZA) tersebut digelar di Kecamatan Rantau Pandan, Jumat (15-07-2022).

Dalam sosialisasi yang bertempat di Aula SMP Negeri 5 Rantau Duku, Kecamatan Rantau Pandan tersebut dihadiri 250 peserta.

Tampak hadir Kepala BPOM Provinsi Jambi yang diwakili Sub Koordinator Infokom Marhamah, SE, Camat Rantau Pandan Sirojuddin, Kapolsek Rantau Pandan, Rio Rantau Duku, Ketua dan anggota BPD, para tokoh dan warga sekitar. 

Sementara ZA berkunjung ke tengah warga kali ini didampingi Koordinator Tim Kegiatan Dr. Darham Wahid, M. Pd dan anggota Tim Kegiatan lainnya.

ZA saat sosialisasi di hadapan warga menyampaikan arti pentingnya mengetahui obat dan makanan yang layak dan tidak layak dikonsumsi.

Agar warga semakin paham dengan resiko mengkonsumsi obat dan makanan yang tanpa izin edar. Sebab, tujuan dari sosialisasi tersebut agar warga setempat memahami ciri-ciri obat dan makanan yang layak konsumsi.

Selain menyampaikan resiko mengkonsumsi obat-obatan dan makanan yang tanpa izin BPOM, ZA dalam kesempatan itu juga menunjukkan banyak contoh obat-obatan, jamu yang tanpa izin dan sangat berbahaya yang berhasil ditemukan.

"Jadi masalah obat ko penting nian. Kalau kito tidak peduli bahaya," cap mantan Bupati Bungo dua periode tersebut.

Sementara dari pihak BPOM, Marhamah, juga memberikan contoh dan ciri-ciri obat-obatan yang boleh dikonsumsi dan tidak boleh dikonsumsi.

Diantaranya katanya semua produk obat, makanan, jamu dan kosmetik harus mendapatkan izin dari BPOM. Jika tidak katanya jangan sampai dikonsumsi.

"Sebab semua produk harus mendapatkan izin dari BPOM," kata Marhamah dalam sosialisasi dengan tajuk "Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi Tentang Obat dan Makanan Bersama Anggota Komisi IX DPR RI Drs. H. Zulfikar Achmad tersebut.

Marhamah juga mengatakan tujuan sosialisasi adalah supaya masyarakat memahami obat yang boleh dikonsumsi dan tidak. Sehingga nantik masyarakat tidak tertipu dengan merek obat, jamu kesehatan yang banyak sekali beredar namun tanpa izin. Sementara efek mengkonsumsi sangat berbahaya bagi tubuh.

"Tugas kami adalah menjamin obat dan makanan aman untuk dikonsumsi.

Kalau bapak ibuk punya KTP, obat dan makanan juga ada, yaitu surat izin edar.

3500 produk kami beli untuk sampling, untuk uji layak tidak dikonsumsi," katanya.(slt/adv/a)

 

 

 

 

 

 

 

 






BERITA BERIKUTNYA

loading...