Wo Zul Bersama BPOM Gelar Sosialisasi Obat dan Makanan di Dusun Tanjung

Sabtu, 16 Juli 2022 | 21:48:33 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI tampak mensosialisasikan program BPOM di Dusun Tanjung, Sabtu(16/07).
Anggota Komisi IX DPR RI tampak mensosialisasikan program BPOM di Dusun Tanjung, Sabtu(16/07).

BUNGOINDEPENDENT.COM, MUARABUNGO - Usai di Kecamatan Rantau Pandan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) kembali mensosialisasikan obat dan makanan di Kecamatan Tanah Sepenggal, tepatnya di Dusun Tanjung, Sabtu (16/07). Sosialisasi bersama Anggota Komisi IX DPR RI Drs. H. Zulfikar Achmad atau yang lebih dikenal Wo Zul tersebut digelar di Gedung SDN 30/II Dusun Tanjung.

Sebanyak 250 warga asal Dusun Tanjung, Pedukun dan Candi hadir dalam acara sosialisasi tersebut. Selain ZA, tampak hadir pejabat BPOM Provinsi Jambi yang diwakili Sub Koordinator Infokom Marhamah, SE, Sekcam Tanah Sepenggal, Rio Tanjung dan Rio Pedukun Pedukun serta tokoh masyarakat setempat.

Sementara ZA didampingi Koordinator Tim Kegiatan, Doktor Candidat (DC) Darham Wahid, S. Pd, M. Pd dan anggota Tim Kegiatan lainnya.

Ketika sosialisasi di hadapan warga ZA menyampaikan arti pentingnya mengetahui obat dan makanan yang layak dan tidak layak dikonsumsi. Banyak obat dan makanan yang beredar tersebut tidak mendapatkan izin dari BPOM.

Itulah alasan dirinya membawa program BPOM tersebut ke Dusun Tanjung ini. "Biak kamu-kamu tuh ngerti dan paham Mano Bae ciri-ciri obat dan makanan yang iluk dan dakdo iluk untuk dikonsumsi. Ucapnya dengan khas logat daerah setempat.

Selain menyampaikan resiko mengkonsumsi obat dan makanan tanpa izin BPOM, ZA dalam kesempatan itu juga membawa dan menunjukkan banyak contoh obat-obatan, jamu dan produk kosmetik yang tanpa izin dan sangat berbahaya yang berhasil ditemukan.

"Ngan sengajo bawak sosialisasi Iko ke siko, supayo orang siko tau resikonyo" katanya lagi dengan logat daerah yang sama.

"Untuk itu hati-hati dalam mengkonsumsi obat dan makanan, beli bae ditempat yang resmi seperti apotik ataupun langsung ke Puskesmas terdekat," sambung Wo Zul.

Sementara itu dari pihak BPOM, Marhamah, juga memberikan contoh dan ciri-ciri obat-obatan, dan kosmetik yang tidak boleh dikonsumsi.

Diantaranya katanya semua produk obat, makanan, jamu dan kosmetik harus mendapatkan izin dari BPOM. Jika tidak katanya bahaya untuk dikonsumsi.

"Karena semua produk harus mendapatkan izin dari BPOM, ada laber resmi dari kita," ujar Marhamah dalam sosialisasi dengan tajuk "Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi Tentang Obat dan Makanan Bersama Anggota Komisi IX DPR RI Drs. H. Zulfikar Achmad tersebut.

Marhamah juga mengatakan tujuan sosialisasi adalah supaya masyarakat memahami obat yang layak dikonsumsi dan tidak. Sehingga masyarakat bisa mengenali sendiri ciri-ciri dan resiko mengkonsumsi obat dan makanan tanpa izin.(msn)






BERITA BERIKUTNYA

loading...