Dorong Akses Kesehatan Lebih Baik, BPJS Kesehatan dan DPR RI Sosialisasi Pentingnya JKN-KIS

Minggu, 17 Juli 2022 | 21:37:32 WIB

Anggota Komisi IX DPR RI Drs. H. Zulfikar Achmad ketika mensosialisasikan program JKN-KIS kepada ratusan warga Dusun Tebat, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, Minggu (17/07)
Anggota Komisi IX DPR RI Drs. H. Zulfikar Achmad ketika mensosialisasikan program JKN-KIS kepada ratusan warga Dusun Tebat, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, Minggu (17/07)

BUNGOINDEPENDENT.COM,MUARABUNGO – Berupaya agar masyarakat bisa mendapatkan akses kesehatan yang lebih baik, BPJS Kesehatan dan Komisi IX DPR RI melakukan sosialiasi program JKN-KIS BPJS Kesehatan di Dusun Tebat Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, Sabtu (17/07).

Sosialisasi yang dilaksanakan BPJS Kesehatan Cabang Muara Bungo bersama anggota Komisi IX DPR RI Drs. H. Zulfikar Achmad ini bertajuk "dengan gotong royong semua akan tertolong", untuk dirinya mengajak masyarakat untuk mendaftarkan diri mereka ke dalam program JKN-KIS, yang menawarkan layanan kesehatan secara menyeluruh.

ZA menegaskan, dengan menjadi peserta JKN-KIS, masyarakat akan mendapat banyak manfaat kesehatan ketika harus membutuhkan pelayanan di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan Rumah Sakit.

Sistem gotong royong ini akan terbentuk jika semua pihak sudah mendaftar dan rutin membayar iuran Progam JKN-KIS. "Mangko itu ngan bao orang BPJS Kesehatan kesiko, biak kamu tau bahwa pentingnyo jadi peserta program JKN-KIS ini," ucapnya dengan logat daerah.

ZA juga mengimbau masyarakat yang belum mempunyai JKN-KIS untuk segera daftar sekarang.

ZA menambahkan, saat ini fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan semakin mumpuni dalam memberikan layanan, dan terus mengembangkan digitalisasi layanan yang semakin memudahkan peserta.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Muara Bungo yang diwakili Oleh Kepala Bidang perluasan pengawasan dan pemeriksaan peserta Elvira Tirtasari

menegaskan BPJS Kesehatan akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang sudah terdaftar, maupun yang belum terdaftar. Salah satunya melalui program Mobile Customer Service (MCS).

“Sosialisasi Program JKN-KIS melalui MCS, menargetkan peserta yang berada di daerah-daeah pelosok yang mungkin sangat jauh aksesnya untuk datang ke kantor BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Nantinya lewat program MCS, masyarakat akan diberikan pemahaman mengenai kepesertaan JKN-KIS. Misalnya, mengapa harus mendaftarkan diri menjadi peserta, siapa saja peserta JKN-KIS, hingga bagaimana cara mendaftar, dan berapa besaran iuran yang akan dibayarkan.

Untuk memudahkan peserta dalam mendapatkan pelayanan, Elvira menambahkan didalam program MCS akan tersedia petunjuk, serta tata cara pemakaian berbagai aplikasi BPJS.

Tak hanya itu, BPJS Kesehatan juga menyediakan kanal-kanal informasi digital yang dapat diakses oleh siapa pun, kapan pun, dan di mana pun masyarakat berada.

Harapannya, dengan berbagai bentuk sosialisasi tersebut, akses masyarakat dalam mendapatkan informasi mengenai JKN-KIS BPJS Kesehatan akan semakin luas.

“Saya berpesan masyarakat maupun peserta dapat memahami program JKN-KIS secara keseluruhan. Lewat kanal informasi yang disediakan ini, diharapkan dapat membantu agar informasi terbaru bisa segera diketahui peserta, sehingga tidak terkendala apalagi saat ingin mengakses layanan kesehatan,” tutupnya. (Msn)






BERITA BERIKUTNYA

loading...